25th February 2024

Better business. Better community

Business Industry and Financial

Strategi BRI Finance Hadapi Tantangan 2023

JAKARTA, investor.id – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyadari bisnis pembiayaan masih akan menantang di tahun 2023. Kendati demikian, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi agar kinerja dapat sejalan dengan proyeksi industri.

Corporate Secretary BRI Finance Taufiq Kurniadihardja menerangkan, Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi ditaksir di kisaran 4,5%-5,3%, sedangkan pertumbuhan piutang pembiayaan secara industri berada di kisaran 13%-15%.

“Berdasarkan outlook yang diberikan dari BI, OJK maupun para pengamat ekonomi semua optimistis bahwa mengacu pada 2022, ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan tetap tumbuh. Sejalan dengan itu, BRI Finance juga optimistis menatap 2023,” terang Taufiq dalam keterangannya, Rabu (15/2/2022).

Baca juga: Ini Bukti Komitmen Kuat BSI (BRIS) Dorong Ekonomi Syariah

Dia pun mengungkapkan, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi perekonomian di Tanah Air tahun ini, mulai dari masalah suku bunga acuan hingga potensi resesi global yang mendorong perlambatan ekonomi internasional. Ada pula tantangan dari fluktuasi harga bahan bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi politik nasional menghadapi tahun pemilu 2024.

Menatap sejumlah tantangan itu, BFI Finance telah menetapkan beberapa langkah strategis, antara lain fokus untuk meningkatkan profitabilitas melalui joint financing (JF). Dengan tetap mengacu pada aturan yang berlaku, skema JF akan dilakukan bersama induk yakni BRI maupun lembaga jasa keuangan lain.

Selanjutnya, optimalisasi sinergi pemasaran dengan melakukan penguatan titik captive yang sudah ada. BRI Finance telah menambah koordinator dan tenaga relationship manager (RM) di kota-kota tertentu yang potensi pasarnya cukup besar. Mengacu pada kinerja tahun lalu, pendekatan ini diyakini akan memudahkan koordinasi, memperkuat penetrasi pemasaran dan juga diharapkan menumbuhkan pencapaian disbursement.

Di samping itu, menjalin sinergi bersama BRI terkait skema referral di kantor cabang bank. Sinergi juga diimplementasikan bersama lewat super apps BRImo yang telah memiliki 22,3 juta pengguna di akhir 2022, naik 68,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikutnya, BRI Finance pun melakukan kolaborasi digitalisasi dan publikasi dengan business partner baik otomotif atau nonotomotif, marketplace dan juga media publikasi. Hal ini diikuti dengan upaya perseroan melanjutkan digitalisasi proses bisnis aplikasi My BRIf menjadi one stop digital financing.

Lebih lanjut, BRI Finance turut mengembangkan pasar di bidang fleet selain used car dan refinancing yang selama ini sudah digarap. Pengembangan ini dimulai dari fasilitas COP atau MOP bagi karyawan perusahaan mitra, maupun penyediaan kendaraan fleet untuk perusahaannya sendiri.

“Perusahaan yang dibidik untuk saat ini adalah BUMN dan grup BUMN serta perusahaan-perusahaan swasta yang bonafide. Kami akan menyasar potensi yang memang cukup aman dari segi risiko,” kata Taufiq.

Baca juga: Wamen Tiko: BRI dan BNI Mundur Perlahan dari BSI (BRIS)

Dari sisi jaringan kerja, perseroan telah menambah 16 point of sales di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Tujuannya memperdalam penetrasi ke sentra-sentra industri dan bisnis yang akan dioptimalkan untuk meraih potensi market di Jabodetabek.

Sejumlah langkah tersebut dijalankan perusahaan dengan tetap mematuhi tata kelola dan manajemen risiko yang baik. “Penguatan manajemen risiko, baik dari credit scoring maupun collection scoring. Jadi itu adalah hal-hal yang akan dilakukan pada 2023 untuk bisa menjawab tantangan,” pungkas Taufiq.

Editor : Theresa Sandra Desfika ([email protected])


link