21st June 2024

Better business. Better community

Business Industry and Financial

Menelisik Fenomena Pinjaman Online di Era Digital

loading…

Candra Fajri Ananda Staf Khusus Menkeu RI. Foto/istimewa

Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menkeu RI

PADA beberapa dekade terakhir, teknologi telah merambah hampir di setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pengelolaan dan akses keuangan. Salah satu evolusi paling signifikan di era digital ini adalah munculnya financial technology (fintech). Seiring berjalannya waktu, fintech telah merevolusi industri keuangan dengan memperkenalkan berbagai inovasi yang membuat layanan keuangan lebih mudah, cepat, dan terjangkau.

Teknologi fintech telah membuka pintu bagi jutaan orang untuk mengakses layanan keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau. Aplikasi mobile memungkinkan masyarakat untuk mengajukan pinjaman, menabung, dan melakukan berbagai transaksi keuangan lainnya dengan cepat dan mudah. Di pedesaan, di mana akses ke bank tradisional terbatas, fintech memberikan solusi yang praktis dan efisien.

Fintech yang merupakan gabungan teknologi dengan keuangan sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas keuangan, seperti mendapatkan pinjaman, berinvestasi, dan belanja daring (online). Saat ini lebih dari 70% populasi penduduk Indonesia merupakan usia produktif yang menjadi target pasar sangat besar industri fintech. Terlebih, pengguna telepon pintar (smartphone) di Indonesia mencapai 167 juta jiwa dan pengguna internet mencapai lebih dari 200 juta jiwa.

Melihat perkembangan tersebut, tak heran bila industri fintech di Indonesia pun kian berkembang pesat. Bahkan, fintech berlari lebih kencang dan agresif ketimbang perbankan dalam memberikan layanan keuangan digital. Tak heran, saat ini banyak bank menjalin kerja sama dengan fintech, terutama dalam hal penyaluran pinjaman.

Salah satu jenis Fintech yang paling awal berkembang di Indonesia adalah P2P Lending (Peer-to-Peer Lending) atau yang lebih akrab disapa Pinjaman Online atau “pinjol”. Di antara berbagai layanan yang ditawarkan fintech, pinjaman online adalah salah satu yang paling populer dan kontroversial.

Pinjaman online menawarkan kemudahan yang luar biasa. Hanya dalam hitungan menit, seseorang dapat mengajukan pinjaman dan mendapatkan persetujuan tanpa perlu melalui proses yang panjang dan birokratis seperti di bank tradisional. Pinjaman online pun telah menjadi bagian penting dari revolusi keuangan modern berkat akses mudah ke Internet dan platform pinjaman online yang inovatif.

Individu dan perusahaan juga dapat dengan cepat memenuhi kebutuhan finansialnya. Alhasil, keberadaan pinjol yang mudah diakses dan cepat dalam prosesnya membawa dampak besar terhadap ekonomi masa kini.

Pinjaman online menawarkan berbagai kemudahan yang diminati banyak orang. Seiring berjalannya waktu, jumlah pemohon pinjaman pun setiap tahun terus meningkat. Hal ini lantaran cara mendapatkan uangnya yang mudah dengan syarat tak berbelit sehingga banyak masyarakat yang tertarik.

Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai penyaluran fintech lending atau pinjaman online (pinjol) di Indonesia mencapai Rp22,76 triliun per Maret 2024. Nominal tersebut tumbuh 8,89% dari bulan sebelumnya (mom) yang sebesar Rp20,90 triliun.

Antara Peluang dan Tantangan Pinjol

Pinjaman online membuka pintu bagi banyak orang yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan keuangan formal. Hanya bermodalkan ponsel dan koneksi internet, kini siapa saja dapat mengajukan pinjaman kapan saja dan di mana saja. Hal ini terutama bermanfaat bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses ke bank.

Pinjaman online mampu menawarkan proses pengajuan yang sederhana dan persetujuan yang cepat sehingga memungkinkan masyarakat untuk segera mendapatkan dana yang dibutuhkan guna berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan dan pendidikan, hingga modal usaha untuk meningkatkan produksi atau memperluas bisnis kecil mereka.

Artinya, platform pinjaman online membantu menjembatani kesenjangan inklusi keuangan, memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam ekonomi formal.

Pada perkembangannya, inklusi keuangan di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan, didorong oleh berbagai inovasi teknologi dan kebijakan yang mendukung akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan. Perkembangan fintech telah sukses memainkan peran kunci dalam mendorong inklusi keuangan.

Platform fintech, termasuk pinjol, e-wallet, dan layanan pembayaran digital, telah berhasil mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Hal tersebut berhasil membantu masyarakat di daerah pedesaan yang sebelumnya kesulitan untuk mendapatkan akses ke bank konvensional. Data Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) mencatat bahwa indeks inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat baik dari sisi kepemilikan akun maupun dari sisi penggunaan akun.

link