22nd February 2024

Better business. Better community

Business Industry and Financial

Go Electronic! Calon Pedagang Bisa Cari Lapak Kosong di Pasar Pakai Aplikasi Ini

Jakarta

Dua BUMD DKI yaitu Financial institution DKI dan Perumda Pasar Jaya bersama PakeKTP meluncurkan aplikasi bernama JaKios. Dengan aplikasi ini, calon pedagang bisa mencari informasi soal ketersediaan kios di pasar berikut harga sewa hingga pembayarannya.

Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono mengatakan, peluncuran JaKios ini menjadi satu bukti bahwa digitalisasi adalah hal mutlak untuk sebuah bisnis pada masa sekarang ini. Apalagi, UMKM banyak yang masih minim literasi terkait digitalisasi.

“Financial institution DKI juga menggandeng PakeKTP sebagai mitra strategis dalam rangka mendukung transformasi digital pasar tradisional “aplikasi hasil kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha melalui pemanfaatan teknologi yang efisien,” ujar Amirul dalam keterangan resminya, Jumat (24/3/2023).

Adapun peluncuran aplikasi “JaKios” tersebut di gelar di Jakarta (21/03) dengan tajuk “Launching Aplikasi JaKios & Digitalisasi Pasar Kramat Jati”. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Teknologi dan Operasional Lender DKI, Amirul Wicaksono serta Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Tri Prasetyo.

Amirul menambahkan, calon pedagang bisa mengunduh aplikasi JaKios lewat google playstor. Melalui aplikasi “JaKios”, calon pedagang dapat melihat tempat usaha yang tersedia pada lokasi pasar yang diinginkan. Selain itu calon pedagang dapat melihat denah untuk memperkirakan kebutuhan maupun foto kios untuk mendapatkan informasi kondisi kios yang akan disewa. Aplikasi “JaKios” hadir dalam 2 pilihan opsi bayar yakni melalui scan to pay out QRIS Financial institution DKI ataupun melalui Virtual Account Bank DKI.

Dalam kesempatan yang sama, di Pasar Kramat Jati yang menjadi lokasi pilot challenge percontohan aplikasi “JaKios” juga dilakukan implementasi S.I.A.P QRIS yang merupakan application digitalisasi di lingkungan pasar yang diusung oleh Bank Indonesia. Sebagai bentuk dukungan atas system tersebut, Lender DKI mendorong implementasi ekosistem pembayaran melalui penerapan QRIS, pembayaran through mesin EDC, dan aplikasi JakOne Abank yang diharapkan dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan.

Bank DKI telah melakukan sejumlah digitalisasi pasar yakni Pasar Santa, Pasar Rumput, Pasar Kedoya, Pasar Koja, Perumnas Klender, Pasar Kebayoran Lama serta Pasar Ciracas. Tercatat, sampai dengan Februari 2023, Bank DKI telah memiliki lebih dari 23 ribu merchant yang telah bergabung dengan layanan QRIS JakOne Mobile Financial institution DKI dengan transaksi mencapai Rp 63 miliar.

“Implementasi transaksi digital di pasar, selain memberikan kemudahan, kenyamanan juga aman bagi para pedagang serta pengunjung pasar. Hal ini juga didorong masyarakat yang terbantu dengan penggunaan layanan transaksi non-tunai sehari-hari” ujar Amirul.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi mengatakan Bank DKI akan terus memperluas penerapan digitalisasi dalam perwujudan transaksi non-tunai di Wilayah DKI Jakarta melalui sinergi dan kolaborasi dengan pihak strategis. “Bank DKI berharap, melalui peluncuran aplikasi “JaKios” dan method digitalisasi Pasar Kramat Jati ini dapat menghadirkan manfaat kemudahan bertransaksi di pasar melalui layanan perbankan electronic” Tutup Arie.

Simak Video clip “Manfaatkan Momen Imlek, Pedagang Mainan Barongsai Raup Untung
[Gambas:Video 20detik]
&#13
(zlf/zlf)&#13

url