24th February 2024

Better business. Better community

Business Industry and Financial

Adira Finance, Memacu Budaya Digital agar Produktivitas Karyawan Kian Best

Swandajani Gunadi, Human Capital & Marketing Director Adira Finance
Swandajani Gunadi, Human Capital & Promoting Director Adira Finance

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. pada 2022 menyesuaikan strategi manajemen SDM-nya dengan kondisi bisnis yang berubah sangat cepat. Di era pascapandemi Covid-19, Adira Finance menghadapi beragam tantangan bisnis. Sebut saja, jumlah pegawai relatif tidak bertambah dan adanya kesenjangan jumlah pegawai generasi milenial dan senior.

Di sisi lain, performa keuangan Adira Finance di 2022 menunjukkan pemulihan. Laba bersih pada Januari-Maret 2022 senilai Rp 304,5 miliar, melejit 44,3% dibandingkan kuartal I/2021.

Adira Finance segera menginisiasi software pengembangan SDM untuk menjaga produktivitas karyawan. Divisi SDM-nya melakukan electronic capacity di human methods (HR). Tujuannya, meningkatkan produktivitas karyawan dan mengembangkan digitalisasi HR. Perseroan memiliki HRIS (Human Assets Information Method) dan aplikasi Smile.

Swandajani Gunadi, Human Money & Marketing and advertising Director Adira Finance, menyampaikan, application Understanding Development adalah salah satu plan Adira Finance. Perseroan pada 2015 mendirikan company university.

“Kami terus bertransformasi dan mendukung transformasi bisnis dengan melakukan pengembangan di corporate college dan transformasi manajemen di perusahaan sampai dengan 2022. Kami menambah satu university, yaitu College of Electronic, untuk memperkuat transformasi digital di Adira Finance,” tutur Swandajani. Contoh kegiatan di Faculty of Electronic adalah software Administration Trainee (Know-how Leadership System) dan kelas machine finding out.

Company college dan Sekolah Digital itu merupakan komponen untuk plan pengembangan karyawan yang berdampak terhadap laju bisnis. Perihal kemahiran karyawan mengadopsi teknologi, Swandajani mengatakan, karyawan Adira Finance gencar berlatih kemampuan ini lantaran sejalan dengan transformasi perusahaan yang fokus melayani konsumen (customer centric) dan transformasi digital. Ekosistem pelatihan karyawan dirancang agar selaras dengan konsep ini.

“Membangun electronic information acquisition, kami mengubah electronic system method dan konsep membangun mindset, actions, dan tradition. Untuk understanding ecosystem, kami melakukan kolaborasi dengan pihak lain dan mendorong level yang paling tinggi, seperti CEO, untuk melakukan studying ini untuk level eksekutif ada application khusus untuk digitalisasi tersebut,” papar Swandajani.

Selain mengembangkan pelatihan digital di Digital of College, Adira Finance mengadakan festival setahun sekali, memupuk budaya inovasi melalui dua program, yaitu In No Limit dan In No Camp, serta berkolaborasi dalam meningkatkan pembelajaran digital. Adapun kegiatannya antara lain siniar (podcast), Kongkow, dan Diserbu. Pendek cerita, Adira Finance rutin menghelat pelatihan digital untuk memacu budaya digital.

Adira Finance pun berhasil mengkreasikan aplikasi SMILE yang terintegrasi dengan system electronic. “Super aplikasi SMILE menggabungkan seluruh aplikasi HR yang ada di Adira Finance, yang bisa mendorong method AHA (Adira Pleasure) dan engagement karyawan terhadap software. Ini juga menjadi sarana komunikasi manajemen kepada karyawan. SMILE imenggabungkan platform bisnis dan HR yang memudahkan tugas karyawan,” ungkapnya.

Perusahaan pembiayaan ini juga merancang remuneration technique berdasarkan fungsi dan posisi pegawai. ”Remunation system adalah memberikan reward dan insentif. Kenapa dibedakan menjadi dua? Sebab, sebanyak 80% dari jumlah overall karyawan Adira Finance itu adalah pegawai yang bergerak di front liner sehingga secara reward kami dukung dan push melalui insentif style and design technique,” Swandajani menjelaskan.

Aspek lainnya, Adira Finance menginternalisasi budaya perusahaan lewat plan IQ, EQ, dan ESQ, melalui para chief. “Adira Finance juga memiliki Staff Worth Proposition dengan tiga pilar, yaitu Business That’s Cares, Constant Development, dan Development of Shared Benefit agar tingkat engagement pegawai kian meningkat. Hasilnya, persentase engagement pegawai mencapai 94,18%,” kata Swandajani. Adira Finance mencatat return of coaching investment decision pada 2021 sebesar 98%. (*)

Sri Niken Handayani & Vicky Rachman

www.swa.co.id


link